Kamis, 15 Maret 2012

Mengapa Memelihara Burung Ocehan?


Mengapa Memelihara Burung Ocehan?

Salam kicau mania Indonesia,

Dalam tulisan perdana saya ini, akan saya bahas tentang arti dan tujuan manusia memelihara burung. Sebagai pengantar awal, sejauh pengetahuan saya tentang kesenangan manusia memelihara burung sudah dimulai sejak jaman dahulu. Sebagai contoh, banyak kita lihat berbagai bukti tentang manusia-manusia kuno dulu yang mempunyai kebiasaan memelihara burung melalui karya sastra maupun karya lukisan. Bahkan di Jawa, khususnya Jawa tengah ada sebuah ‘pitutur’ atau kata-kata bijak bahwa ksatria akan lengkap jika sudah memiliki lima hal yaitu tempat tinggal, pusaka, wanita, burung piaraan, dan tunggangan (wisma, curiga, wanodya, kukila & turangga). Tentu saja hal tersebut hanya kata-kata secara harfiah saja dan mempunyai makna yang lebih dalam untuk membuka nalar kita tentang cara menjalani kehidupan.
Tapi saya tidak akan mengulas tentang simbolisme tersebut, namun setidaknya satu hal tersebut telah membuktikan bahwa sejak dahulu nenek moyang kita sudah mengenal dan menjadi kicau mania. Tidak hanya di Jawa saja tentunya, kebiasaan tersebut tentu sudah menjadi hobi sebagian masyarakat di nusantara dan dibelahan dunia lainya. Dilihat dari sejarah panjangnya dapat dikatakan bahwa hobi dari dunia burung ini bukanlah hobi yang pasang surut, bukanlah hobi yang hanya sekedar booming sementara waktu.
Pada perkembangannya hobi memelihara burung kicauan sangatlah terlihat dari jaman ke jaman, jika dahulu nenek moyang kita hampir sebagian besar hanya memelihara burung perkutut namun saat ini para kicau mania telah memelihara berbagai jenis burung ocehan.
Memang saat ini bisa dibilang sudah banyak burung-burung luar yang berkembang di nusantara. Namun hal ini bukan berarti burung-burung lokal yang sudah ada sejak dulu tersingkirkan, ini terbukti dari masih banyaknya komunitas penghobi yang meminati satu jenis burung tertentu. Masing-masing jenis burung tersebut memang memiliki keanggunan dan keunikan masing-masing sesuai dengan karakter penghobi itu.
Burung Kenari, salah satu dari sekian banyak jenis burung ocehan yang digemari.

Satu hal penting dan yang menggembirakan adalah tak pernah surutnya dunia perburungan di nusantara, bisa kita lihat dari banyaknya lomba dari yang kelas kampung hingga kelas nasional. Dengan situasi seperti ini akan sangat bagus untuk perkembangan perburungan di nusantara, baik dari segi kualitas burung, bisnis yang berkesinambungan dan tentu saja yang paling penting yaitu kesenangan batin para kicau mania.
Dilihat dari segi kualitas, akan banyank lahir peternak-peternak ulung yang dapat menelurkan burung-burung ocehan kualitas unggul. Dengan berkembangnya hal tersebut akan diikuti oleh menggeliatnya bisnis di bidang ini contohnya mulai pengrajin kurungan, pabrik pakan dan lain-lainya. Jika semua elemen tersebut sudah berjalan secara baik, akan diikuti kepuasan, kebanggan serta kesenangan tersendiri dari penghobi dunia burung ocehan khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Ada beberapa hal yang menjadi acuan bagi para kicau mania berkecimpung di dunia burung ini. Pertama adalah type orang yang hanya ingin menikmati suara merdu kicau burung peliharaanya. Untuk type yang ini tentu saja mereka tidak memiliki keinginan untuk mengembangbiakkan ataupun keinginan untuk mengikuti lomba. Singkat kata mereka memelihara burung hanya semata-mata untuk “klangenan” atau peliharaan.
Kedua, type penghobi yang idealis yaitu penghobi yang benar-benar selektif dan penuh ambisi serta semangat dalam memperoleh bibit ataupun burung yang berkualitas untuk mengikuti ajang perlombaan, type ini biasanya disebut “pemain”. Biasanya mereka sudah tidak melihat angka Rupiah lagi melainkan benar-benar dari segi kualitas yang menurut mereka sempurna. Karena sudah menjadi sifat dasar manusia yang disebut EGO untuk dikejar, apabila burungnya menjadi juara di ajang perlombaan akan menaikan pamor dan kebanggan tersendiri, hal yang tidak bisa dibeli dengan material. Di sisi lain burung yang menjadi juara akan terkenal dan terangkat nilainya jika dijual.
Ketiga, tak lain dan tak bukan adalah peternak (breeder) yang hasratnya adalah mengembang biakan burung ocehan. Namun perlu kita ingat bahwa tak semua peternak mempunyai standar yang baik dalam beternak. Ada peternak yang hanya mengejar kuantitas atau jumlah yang dihasilkan peternakanya tanpa memikirkan kualitas anakan yang diproduksi. Hal ini dikarenakan peternak yang hanya berorientasikan keuntungan yang mengesampingkan kualitas. Faktor lain adalah kurangnya pengetahuan para peternak baru dalam perawatan dan persiapan membudidayakan jenis burung tertentu. Terlepas dari itu semua, perlu bagi kita untuk mempelajari seluk beluk penangkaran burung lebih dalam, ilmu dasar genetika, cara merawat dan persiapan penangkaran sebelum mengembang biakan burung ocehan. Hal ini diperlukan untuk jangka panjang dunia perburungan nusantara guna memiliki burung-burung ocehan yang berkualitas lomba atau burung champion!!
Termasuk yang manakah anda? Apapun itu, semuanya tergantung kebutuhan dan tujuan anda. Dalam dunia ocehan yang terpenting adalah kita bisa menikmati dan memuaskan batin kita dalam memelihara burung  sebagai  penghibur ditengah-tengah melelahkannya menjalani kehidupan ini.

Sekian dahulu tulisan ini, semoga bermanfaat.



Merapi Canary Breeder Jogja

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More